Home ALFONSO DE ALBUQUERQUE – PEMBENCI ISLAM YANG MEMBUKA PINTU PENJAJAHAN ASIA

ALFONSO DE ALBUQUERQUE – PEMBENCI ISLAM YANG MEMBUKA PINTU PENJAJAHAN ASIA

ALFONSO DE ALBUQUERQUE – PEMBENCI ISLAM YANG MEMBUKA PINTU PENJAJAHAN ASIA

Jika ditanyakan, apakah kamu pernah mendengar nama Alfonso de Albuquerque? Kebanyakan akan menjawab sudah pernah mendengarnya dan membaca sekilas di buku sejarah Kelas XI. Kita mengenalnya sebagai penjelajah yang menemukan Maluku, kemudian membawa rempah-rempahnya untuk dijual ke Eropa dengan harga yang sangat tinggi. Karena ulahnya itulah, Belanda mengadakan ekspedisi untuk menjelajah Indonesia dan berakhir dengan penjajahan. Sesederhana itukah?

Padahal tidak banyak yang tahu bahwa sebenarnya Alfonso adalah seorang bangsawan Portugis yang dipercaya oleh raja mereka untuk melenyapkan cahaya Islam di Asia dan Afrika. Raja Manuel I melihat Alfonso adalah orang yang cocok untuk mengakhiri peradaban emas Islam di timur bumi. Ia terkenal sangat membenci Kaum Muslimin dan melakukan segala cara untuk memusnahkan negeri-negeri Islam terutama di Asia, di antaranya India dan Indonesia.

Kamu pernah bertanya-tanya ‘nggak sih’? Kenapa Portugis dan Spanyol di Abad 16-18 kok bisa punya kapal-kapal hebat dan pengetahuan yang cukup untuk menjelajah bumi?

Jika kamu benar-benar peka membaca sejarah, kamu akan tahu bahwa penjelajahan Spanyol dan Portugal mengelilingi dunia dimulai tidak lama setelah peradaban Islam di Andalusia jatuh tahun 1492 ke tangan Kerajaan Katolik Castilla dan Aragon.

Kaum Muslimin meninggalkan buku-buku berharga tentang navigasi, ilmu konstruksi kapal, astronomi dan geografi. Hal itu dipelajari oleh pelaut Eropa untuk akhirnya menjadi kerajaan-kerajaan yang sangat kaya karena berhasil menjajah Afrika, Amerika dan Asia.

Termasuk Alfonso, ia berangkat dengan kapal-kapalnya untuk membawa misi mencari harta sekaligus melawan dominasi Kekhalifahan Utsmaniyah yang merajai samudera. Saat itu, orang-orang Eropa beranggapan bahwa seluruh dunia telah dikuasai Kaum Muslimin kecuali negeri mereka.

Hal ini tidak berlebihan, karena sepanjang penjelajahan yang dilakukan oleh Portugis dan Spanyol, mereka malah menemukan benua-benua yang mereka jelajahi telah banyak dihuni oleh penduduk asli yang beragama Islam. Contohnya Filipina, saat itu negara muslim. Amerika Tengah banyak yang muslim, Afrika banyak masjid mereka jumpai, India dikuasai oleh kesultanan muslim, bahkan Nusantara saat itu menjadi partner Kekhalifahan Utsmaniyah.

Alfonso menjadi orang pertama yang berusaha membuka gerbang Asia untuk misi itu. Keputusannya bulat untuk menguasai laut Merah, Teluk Persia dan Samudera Hindia. Ia membangun koloni-koloni di sepanjang pesisir Afrika dan menyegel kekuatan Kekhalifahan Utsmaniyah supaya perdagangan dan dakwah Kaum Muslimin tidak bisa menyentuh Samudra Hindia.

Ia memperlakukan penduduk pribumi dengan cara yang kasar dan otoriter. Di antara cara-caranya untuk menguasai negeri-negeri Muslimin adalah bekerjasama dengan pengkhianat untuk mengadu domba Umat Islam, kemudian membuat raja-raja mereka meminta bantuan Alfonso agar melindungi kepentingan penguasa setempat.

Sasarannya adalah laut-laut strategis di Jazirah Arab untuk menguasai perdagangan Muslimin, lalu samudera Hindia agar menjadi bagian kerajaan Portugis, dan Nusantara sebagai penghasil rempah-rempah yang harganya senilai emas di Eropa.

Ketika berhasil menguasai Laut Merah dan Teluk Persia tahun 1507, Alfonso de Albuquerque bekerjasama dengan Kerajaan Syiah Shafawiyah di Iran untuk mengobrak-abrik pertahanan Kekuatan Utsmaniyah di wilayah timur. Alfonso bahkan telah mengancam akan menyerang Makkah dan Madinah lalu mencuri jasad Rasulullah ﷺ. Mereka sangat dengki dengan Kekhalifahan Utsmaniyah karena kekuatan itu telah begitu kuat di Eropa Timur dan Laut Mediterania.

Dalam Kitab Tarikh Al Khalij (Sejarah Teluk Arabia), Dr Muhammad Mahmud Khalil menulis, “alasan terkuat Portugis menjajah negeri-negeri teluk Arab adalah untuk memudahkan jalan menuju Makkah dan Madinah dari timur. Mereka ingin agar nama Muhammad hilang dari Jazirah Arab selama-lamanya.”

Ada banyak “eureka” yang kita dapatkan jika benar-benar tahu siapa Alfonso ini. Karena dialah akhirnya banyak kerajaan Eropa berlomba-lomba menjajah Indonesia. Menariknya adalah, setelah kematian Alfonso de Albuquerque, Kekhalifahan Utsmaniyah dipimpin oleh Sultan Salim I dan Sultan Suleiman Al Qanuni. Tahukah kamu betapa hebatnya dua kesatria muslim ini?

Kedua pemimpin Utsmaniyah ini berhasil merontokkan tenaga Portugis di Asia dan Afrika, bahkan Kekhalifahan Utsmaniyah menjadi kekuatan laut terbesar yang ditakuti Spanyol, Portugis dan Inggris, dengan Admiralnya yang terkanal yaitu Heyredin Barbarossa dan Oruç Barbarossa.

Di bawah kepemimpinan kedua sultan ini jugalah, Kerajaan Syiah Shafawiyah mendapatkan kekalahan bertubi-tubi sebagai hukuman atas kemesraan mereka dengan musuh-musuh Islam.

Source :

—مائة من عظماء أمة الإسلام غيروا مجرى التاريخ، جهاد الترباني

—تاريخ الاحتلال البرتغالي للقطيف ـ علي الدرورة.

—تاريخ الخليج وشرق الجزيرة العربية ـ د. محمد محمود خليل

—Encyclopædia Britannica 1911 (Net Industries).

—Couto, Dejanirah; Loureiro, Rui (2008). Revisiting Hormuz: Portuguese Interactions in the Persian Gulf Region in the Early Modern Period. Otto Harrassowitz Verlag. p. 219.